Pemerintah Desa Pangalengan menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di Aula Serbaguna Desa Pangalengan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa, serta sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan integrasi layanan gizi dan kesehatan bagi anak-anak dan ibu hamil.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Pangalengan beserta perangkat desa, Ketua dan Anggota BPD, kader posyandu, bidan desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pangalengan, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh Pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pangalengan menyampaikan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengatasi masalah stunting. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita. Melalui rembuk ini, kita menyatukan komitmen dan menyusun rencana aksi bersama agar kasus stunting bisa kita tekan,” ujarnya.
Kegiatan rembuk stunting ini menjadi forum musyawarah untuk:
- Mengidentifikasi dan memverifikasi data anak stunting di desa,
- Menyepakati langkah-langkah penanganan dan pencegahan stunting,
- Mengintegrasikan program desa dan lintas sektor yang mendukung percepatan penurunan stunting,
- Menyusun komitmen bersama dalam bentuk berita acara yang akan menjadi dasar perencanaan kegiatan desa ke depan.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Komitmen Bersama Pencegahan dan Penanggulangan Stunting oleh seluruh peserta rembuk. Penandatanganan ini menjadi simbol bahwa seluruh elemen masyarakat Desa Pangalengan siap berperan aktif dan bersinergi dalam menurunkan angka stunting.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan Desa Pangalengan semakin siap dan kuat dalam melaksanakan berbagai program pencegahan stunting secara berkelanjutan. Semua pihak bersepakat untuk terus bekerja sama demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.