You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Pangalengan

Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat

Desa Pangalengan Masuk Nominasi Program Desa Cinta Statistik


Desa Pangalengan Masuk Nominasi Program Desa Cinta Statistik

PANGALENGAN – Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menjadi satu-satunya desa di Jawa Barat, yang masuk ke dalam 15 besar Desa Cantik (Cinta Statistik) Nasional oleh Badan Pusat Statistik (RI).

Kepala BPS Kabupaten Bandung, Agung Hartadi mengatakan, Desa Cantik adalah program dari BPS RI dalam rangka pembinaan tentang statistik terhadap seluruh perangkat desa. Tujuannya agar dalam pelaksanaan pengelolaan desa menjadi lebih terarah karena didasarkan pada data yang berkualitas.

Agung mengungkapkan, Desa Pangalengan menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Bandung bahkan di Jawa Barat yang masuk dalam 15 besar nominasi program Desa Cantik oleh BPS RI. Keunggulan Desa Pangalengan adalah terdapat koordinator statistik, lalu sering dilakukan pembinaan di kantor kecamatan dan salah satu produknya adalah profil desa.

“Desa cantik adalah role model. Sehingga ketika Desa Cantik ini bentuknya sudah betul-betul jelas dan terarah, nanti akan ditularkan ke desa-desa lain di seluruh Indonesia,” ujar Agung kepada Radar Bandung, Jumat (26/11).

Adapun faktor yang menjadi penilaian dalam program Desa Cantik adalah ada agem statistik desa, ada komunitas statistik desa, ada database desa atau data yang dimiliki oleh desa sendiri.

Dengan adanya dashboard statistik yang dimiliki desa, menurut Agung, hal tersebut bisa mempermudah kepala desa untuk memutuskan program pembangunan prioritas.

“Karena di dashboard itu sudah ada data by name by adress , kemudian ada variabel wilayah sampai individu, dan juga sudah ada agregat sampai RT. Sehingga bisa terlihat mana program yang harus menjadi prioritas,” tutur Agung.

“Dengan adanya statistik, akan diketahui pembangunan yang harus disasar itu apa, misalnya kesehatan dulu, pendidikan atau apa, kemudian daerah mana dulu yang harus dilakukan intervensi pembangunan. Dengan demikian, pembangunan tidak dilaksanakan berdasarkan subjektif tapi pembangunan didasarkan secara objektif atau berdasarkan data yang ada,” paparnya.

Kedepannya, di Desa Pangalengan akan ada peningkatan kualitas data dan update data yang dilakukan secara rutin.

“Misalnya, setiap bulan untuk data individu, setiap tiga bulan untuk data rumah tangga dan setahun sekali untuk data kewilayahan,” jelas Agung.

Kepala Desa Pangalengan, Agus Supriatna merasa bersyukur karena wilayahnya dapat masuk nominasi Desa Cantik dalam ajang tingkat nasional. Kata Agus, dengan adanya program Desa Cantik ini, membuat pihak desa semakin lebih mengerti akan penting dan manfaatnya data dalam program pembangunan desa.

Sementara itu, Kepala Pusdiklat BPS RI, Erni Lestariningsih mengatakan program Desa Cantik ini diharapkan dapat menjadi salah satu pioner dalam membina desa agar bisa terus mengedukasi mengenai manfaat data statistik dalam pembangunan desa.

Terakhir, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Dyah Anugerah Wardani berharap kedepan program Desa Cantik bisa diterapkan oleh semua desa, khususnya di Jawa Barat.

“Karena data yang berkualitas diawali dengan level bawah yaitu desa,” pungkasnya.

 

Sumber: Radar Bandung

Bagikan artikel ini:
Komentar